A.
Antropologi
berasal dari kata bahasa Yunani, yaitu antrophos yang berarti manusia, dan
logos yang berarti ilmu. Antropologi mempelajari manusia sebagai makhluk
biologis, sekaligus makhluk sosial. Ada beberapa pengertian antropologi (dalam Saebani,
2012), yaitu sebagai berikut:
1.
Antropologi
merupakan salah satu cabang ilmu sosial yang mempelajari budaya masyarakat
etnis tertentu, yang berawal dari ketertarikan orang-orang Eropa dengan melihat
cirri-ciri fisik, adat-istiadat dan budaya yang berbeda dengan budaya yang
dikenal di Eropa.
2.
Antropologi lebih memusatkan pada penduduk
sebagai masyarakat tunggal, yaitu kesatuan masyarakat yang tinggal di daerah
yang sama. Antropologi hampir identik dengan sosiologi. Akan tetapi, sosiologi
lebih menitikberatkan pada masyarakat dan kehidupan sosialnya, sedangkan
antropologi menitikberatkan pada unsur budaya, pola pikir, dan pola
kehidupannya.
3.
Willian
A. Haviland (1988: 6) mengatakan bahwa antropologi adalah studi menngenai umat
manusia yang berusaha menyusun generalisasi yang bermanfaat tentang manusia dan
perilakunya, serta untuk memperoleh pengertian yang lengkap tentang
keanekaragaman manusia.
4.
David
Hunter (1979: 9) mengatakan bahwa antropologi adalah ilmu yang muncul dari
keingintahuan yang tidak terbatas mengenai umat manusia.
5.
Benedict
(1989: 1) antropologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari manusia sebagai
makhluk sosial. Perhatiannya ditujukan pada sifat-sifat khusus fisik manusia,
cara produksi, tradisi, dan nilai-nilai pedoman kehidupan bermasyarakat, atau norma
yang membedakan pergaulan hidup antar masyarakat, bangsa, dan Negara.
6.
Koentjaraningrat
(1989: 13) mengatakan bahwa antropologi adalah ilmu yang mempelajari umat
manusia pada umumnya dengan mempelajari berbagai warna, bentuk fisik
masyarakat, sertakebudayaan yang dihasilkan.
7. Menurut Zerhun Dodda : Antropologi adalah studi
ilmu yang mempelajari tentang manusia.
Ø Kesimpulan
dari kelompok kami
Dari definisi-definisi tersebut,
dapat disusun pengertian sederhana Antropologi, yaitu sebuah ilmu yang mempelajari
tentang segala aspek dari manusia, yang terdiri dari aspek fisik dan nonfisik
berupa warna kulit, bentuk rambut, bentuk mata, kebudayaan, aspek politik, dan
berbagai pengetahuan tentang corak kehidupan lainnya yang bermanfaat.
B.
Antropologi
Sebagai sebuah ilmu, antropologi mengalami sejarah perkembangan yang terdiri
dari empat fase, yaitu:
1.
Fase
Pertama (sebelum tahun 1800) Sejak akhir abad ke-15 dan awal abad 16, pada fase
ini orang Eropa mulai mengelilingi wilayah dikawasan benua Asia, Afrika,
Amerika hingga Australia. Negara-negara Eropa Barat yang terdiri dari para
musafir, pelaut, pendeta dan kaum nasrani selama berjelajah mengelilingi dunia
merekabanyak menemukan hal-hal baru yang menurut mereka berbeda bangsa Eropa. Hal
tersebut mendorong mereka untuk mencatat dalam buku hingga terdapat kumpulan
buku yang berupa himpunan besar dari bahan pengetahuan berupa deskripsi tentang
keanekaragaman suku bangsa pribumi Afrika, Asia, dan Amerika baik dari adat
istiadat, susunan masyarakat, maupun bahasa dan ciriciri fisik. Hal itu
menimbulkan ketertarikan bangsa Eropa, karena semua itu sangat berbeda dengan
keadaan bangsa Eropa. Bahan pengetahuan itu disebut bahan Etnografi, yaitu
deskripsi tentang bangsa-bangsa.
2.
Fase
Kedua (Pertengahan abad ke-19) Pertengahan abad 19, mulai ada usaha untuk
mengintegrasikan bahanbahan etnografi untuk disusun menjadi sebuah
karangan-karangan. Penyusunan bahan Etnografi tersebut bardasarkan cara
berfikir evolusi masyarakat, yaitu perkembangan masyarakat dan kebudayaan
sangatlah lambat. Di mulai dari tingkat terendah melalui beberapa proses, yang
akhirnya sampai di tingkat tertinggi. Masyarakat yang masih ada di tingkat
rendah dari kebudayaan manusia zaman dahulu, mereka adalah salah satu contoh masyarakat
primitif, sedangkan untuk masyarakat yang ada di tingkat tinggi adalah bangsa
Eropa sendiri. Sekitar tahun 1860 muncul karangan yang mengklasifikasikan aneka
kebudayaan di dunia ke dalam tingkat evolusi tertentu. Maka muncullah ilmu antropologi.
Dengan meneliti bangsa-bangsa di luar Eropa, diharapkan dapat menambah
pengetahuan tentang sejarah penyebaran kebudayaan manusia di dunia. Antropologi
merupakan ilmu yang tidak mempunyai tujuan secara langsung bersifat praktis dan
hanya dilakukan di kalangan sarjana universitas. Tujuan antropologi pada fase
kedua ini adalah akademis, yaitu mempelajari masyarakat dan kebudayaan primitif
dengan maksud untuk memperoleh pemahaman tentang tingkat-tingkat sejarah
penyebarankebudayaan manusia.
3.
Fase
Ketiga (Awal abad ke-20) Dalam fase ketiga ini, ilmu antropologi menjadi ilmu
yang praktis, yang bertujuan mempelajari masyarakat dan kebudayaan suku-suku
bangsa di luar Eropa guna kepentingan pemerintah kolonial dan guna mendapat
pengertian tentang masyarakat masa kini yang semakin kompleks. Dalam hal ini,
ilmu antropologi sangat penting karena menyangkut juga tentang pentingnya dalam
mempelajari kebudayaan bangsa-bangsa di luar Eropa, yang masih mempunyai
masyarakat yang belum kompleks. Ilmu antropologi berkembang di negara-negara
penjajah, terutama Inggris, bahkan berkembang juga di Negara Amerika Serikat,
yang bukan merupakan negara kolonial.
4.
Fase
Keempat (Setelah tahun 1930-an) Pada fase ini ilmu antropologi mengalami masa
perkembangannya yang paling luas atau semakin pesat. Hal ini termasuk dengan
bertambahnya bahan pengetahuan yang jauh lebih teliti, maupun mengenai
ketajaman dari metodemetode ilmiahnya. Kecuali itu kita lihat adanya dua
perubahan di dunia, yaitu timbulnya anti pati terhadap kolonialisme terhadap
perang dunia II, serta cepat hilangnya bangsa-bangsa primitif (dalam arti
bangsa-bangsa asli dan terpencil dari pengaruh kebudayaan Eropa dan Amerika)
yang sekitar tahun 1930 mulai hilang, dan sesudah perang dunia II memang hampir
tak adalagi di muka bumi. Proses tersebut menyebabkan seolah-olah lapangan
dalam ilmu antropologi telah hilang, sehingga memunculkan sebuah dorongan untuk
memunculkan ideuntuk mengembangkan lapangan penelitian dengan ide dan tujuan
baru. Adapun bahan-bahan etnografi yang terdapat dalam fase pertama, kedua maupun
yang ketiga tidak dihilangkan begitu saja melainkan dijadikan sebagai landasan
bagi perkembangannya yang baru. Pada fase keempat ini antropologi memiliki dua
tujuan utama, yaitu tujuan akademis untuk mencapai pemahaman tentang manusia
berdasarkan bentuk fisiknya, masyarakatnya, maupun kebudayaannya. Tujuan
praktis untuk mempelajari manusia dalam berbagai masyarakat suku bangsa guna
membangun suku bangsa tersebut.
C.
Berdasarkan
cabang-cabang antropologi yang disajikan pada gambar 2, maka antropologi
memiliki banyak hubungan timbal-balik dengan ilmu-ilmu lain seperti Sosiologi,
Psikologi, Ekonomi, Sejarah, dan Geografi.Secara terinci hubungan-hubungan
tersebut sebagaimana dikemukakan oleh Koentjaraningrat (2009) adalah sebagai
berikut:
·
Hubungan
antara Sosiologi dan Antropologi
Sosiologi
berasal dari bahasa Latin, yaitu socius yang berarti kawan atau
teman,dan logos yang berarti ilmu pengetahuan. Istilah sosiologi pertama
kali dipublikasikan oleh August Comte (1798-1857) dalam bukunya Cours De Philoshopie
Positive. Dalam Saebani (2012) sosiologi hendaknya mempelajari masyarakat,
perilaku masyarakat, dan perilaku sosial manusia dengan mengamati perilaku
kelompok yang dibangunnya. Sebagai sebuah ilmu, sosiologi merupakan pengetahuan
kemasyarakatan yang tersusun dari hasil-hasil pemikiran ilmiah dan dapat di
kontrol secara kritis oleh orang lain. Dengan pengertian tersebut, hubungan
antara antropologi dengan sosiologi sangat erat. Apabila kajian antropologi
adalah manusia, fisik, dan kebudayaannya, kajian sosiologi adalah hubungan
antara struktur sosial dengan kebudayaan masyarakat.
·
Hubungan
antara Psikologi dan Antropologi
Istilah
psikologi berasal dari bahasa yunani “psyche” yang berarti jiwa, dan “logos”
yang berarti ilmu. Secara harfiah, psikologi berarti ilmu jiwa. Dalam
Saebani (2012) hubungan dengan antropologi dapat dilihat dari berbagai segi,
diantaranya untuk menyelidiki jiwa manusia yang membentuk corak tingkah laku
pada antropologi perilaku manusia bagian awal timbulnya kebudayaan. Oleh karena
itu, tingkah laku sebagai objek yang sama dengan psikologi. Tanda-tanda
perkembangan manusia secara fisik dan budaya. Psikologi dan antropologi
mengkaji tanda-tanda perkembangan kebudayaan manusia mengikuti berbagai
penemuan, baik secara materiil maupun substansial. Adapun antropologi psikologi
adalah cabang dari antropologi yang bersifat interdispliner yang mengkaji
interaksi kebudayaan dan proses mental.
·
Hubungan
antara Ekonomi dan Antropologi
Keadaan
masyarakat sangat mempengaruhi kekuatan, proses serta hukum-hukum yang berlaku
dalam aktivitas ekonomi masyarakat. Untuk membangun perekonomian suatu negara,
seorang ahli ekonomi memerlukan bahan komperatif mengenai berbagai unsur
kemasyarakatan dalam negara tersebut. Untuk mengumpulkan keterangan tersebut,
ilmu antropologi sangat dibutuhkan oleh seorang ahli ekonomi. Perubahan dalam
bidang ekonomi sendiri mempunyai andil yang sangat besar dalam perubahan
kebudayaan masyarakatnya. Semakin maju perekonomian suatu masyarakat, maka
kebudayaanya pun ikut berubah.
·
Hubungan
antara Ilmu Sejarah dan Antropologi
Antroplogi
bagaikan sejarah manusia. Bagi para penganut aliran sejarah dan evolusi,
antropologi adalah sejarah manusia dan kemanusiaannya. Antropologi sangat
membutuhkan sejarah karena antropologi berbicara tentang manusia dengan
ciri-ciri fisiknya dari zaman ke zaman, bahasa manusia, kebudayaan dan seluruh
kehidupan masa lalu yang membentuk peradaban manusia. Hubungan antar keduanya
sangat fungsional dan saling mengisi dari aspek ilmu pengetahuantentang
manusia. Antropologi member bahan prehistori sebagai pangkal tiap penulis
sejarah dari tiap bangsa di dunia. Selain banyak masalah tentang histografi
sejarah suatu bangsa dapat dipecahkan dengan metode antropologi. Sumber sejarah
bisa berupa prasasti, dokumen, naskah tradisional, dan arsip kuno.
·
Hubungan
antara Geografi dan Antropologi
Geografi adalah
ilmu yang mempelajari tentang bumi beserta isinya. Isi dari bumi itu sendiri
adalah flora, fauna, manusia dan bentang alam yang ada di permukaan bumi.
Melihat objek kajian dari geografi yang juga menyebut manusia, maka tidak bisa
dipungkiri lagi bahwa geografi memerlukan antroplogi dalam kajiannya. Penyebabnya
karena antroplogi mempelajari tentang berbagai warna manusia baik dari segi
suku bangsa, etnis maupun ras. Sebaliknya, antroplogi juga memerlukan geografi
untuk mempelajari tentang bentang alam karena salah satu yang mempengaruhi
kebudayaan manusia adalah keadaan lingkungan fisik tempat mereka hidup.
D.
Manfaat
mempelajari Antropologi :
·
Antropologi
budaya banyak memberikan bahan-bahan, pandangan, teori, pendapat sehingga dapat
secara metodis menghadapi segala gejala yang timbul dalam masyarakat yang terus
berkembang.
·
Antropologi
budaya memberikan pengetahuan tentang perkembangannya baik sebagai ilmu dan
penerapannya dalam penelitian dari segi kehidupan manusia.
·
Antropologi
dapat mengarahkan pembangaunan bangsa dan negara secara baik.
Banyak
manfaat yang kita dapat dengan mempelajari antropologi budaya, yang pertama
kita dapat mengetahui beraneka ragam kebudayaan manusia, yang meliputi
gejala-gejala budaya, nilai-nilai yang dipatuhi dan dikukuhi sehingga
mempengaruhi pola perilaku masyarakat tersebut dan kita juga dapat memahami
sistem-sistem lambang suatu kebudayaan sebagai tanda pengenal kebudayaan
tertentu yang digunakan warga-warga pendukung nilai-nilai budaya yang tersebut.
Manfaat yang kedua yakni kita memperoleh pandangan mengenai nilai-nilai budaya
yang berbeda dari yang kita anut. Ketiga, kita dapat mengetahui hal-hal yang
berlaku umum bagi kebudayaan manusia pada umumnya. Kemudian yang keempat yakni
kita dapat memperoleh gambaran mengenai hal-hal yang mempengaruhi keanekaragaman
kebudayaan manusia.
a. Antropologi Fisik
Mempunyai
tujuan untuk mencapai pengertian tentang beraneka ragam mahluk manusia
dipandang dari sudut ciri-ciri tubuhnya dengan memakai ciri-ciri tubuh
lahiriyah (fenotopik) dan ciri-ciri tuuh rohaniah (genetotip). Yang dimulai
sejak lahirnya manusia kedunia ( pithecanthropus ) sampai manusia sekarang (
homo sapiens ).
Antropologi
fisik lebih membahas struktur fisik dan asal usul manusia dengan proses
fisiologisnya dan antropologi budaya didalamnya mencakup ilmu-ilmu sosial, seni
dan ilmu-ilmu kemanusiaan yang lain.
b. Antropologi Budaya
Perkembangan
antropologi budaya dimulai pada masa penjajahan Belanda sekitar abad ke-19.
Pada waktu itu antropologi digunakan secara praktis. Dalam perkembangan
selanjutnya melahirkan antropologi sosial dimana antropologi sosial ini lebih
menekankan pada salah satu fungsi dari unsur kebudayaan. Jadi tugas antropologi
sosial adalah meneliti secara sistimatis pranata-pranata kemasyarakatan
termasuk susunan politis dari masyakat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar